Minggu, 26 Juni 2016

AYAH cerita pendek, cerpen AYAH. cerpen percintaan dan keluarga

halo.....


i'm come back again...



sekarang udah bulan puasa aja yah,
semoga aja amal ibadah kita semua selama bulan puasa di terima sama ALLAH SWT ya !!!
AMIN!!!




mumpung lagi free, aku mau ngeshare cerpen yang baru aku buat.


sorry for typo



AYAH


Suara handphone berbunyi, dan ada seorang laki-laki yang mengangkatnya dia adalah wawan yang memiliki seorang istri yang cantik, ia bernama vani. Siang ini, Wawan pergi setelah mendapatkan telpon yang entah dari siapa itu, vani yang penasaran dengan arah suaminya pergi itupun mengikuti suaminya. Vani dan wawan memiliki dua orang anak, yang pertama adalah ulva dan yang kedua adalah putra.
Ternyata yang di temui oleh wawan di taman adalah seorang wanita, wawan memeluk wanita tersebut, vani yang melihatnya sangat sakit hati, kemudian vani menghampiri wanita tersebut langsung menampar wanita tersebut, dan kemudian …
Vani : ayah, jadi begini kelakuan kamu, selingkuh di belakangku
Wawan : ibu, ini tidak seperti yang kamu bayangkan, aku dan wanita ini hanya
Tamparan melayang di pipi wanita tersebut…
Vani : do you know, I always support you, but you…
Wawan : no no no, this is…. Only, hah she is my friend you understand
Vani : whatever, I will go
Wawan : biar aku antar kamu ya, we are go together ok !!!
Vani : no I will go alone
Setelah sampai di rumah, mereka bertengkar, mereka saling membela diri, anak-anak mereka hanya bisa menangis mendengar pertengkaran mereka untuk yang kesekian kalinya. Sebenarnya perasaan anak tertua mereka ulva sangat hancur mendengar pertengkaran orang tua mereka, ayahnya memang super busy, tidak pernah meluangkan waktu sedikit saja untuk anaknya, jika ayahnya di minta untuk meluangkan sedikit waktunya untuk anaknya, maka alasannya adalah pekerjaan dan mencari uang untuk biaya hidup. Hingga, pernah ulva ingin membeli waktu ayahnya untuk mengajarkannya bermain gitar,namun di tolak mentah-mentah. Pertengkaran ini adalah sebab yang sama, yaitu perselingkuhan ayahnya selalu saja mengulangi hal yang sama hingga perselisihan demi perselisihanpun terjadi, hal ini membuat ulva kesal juga malu karena ulah ayahnya tersebut. Dan karena tak tahan, ulva pun menulis surat untuk ayahnya tersebut.
Ulva : hay ayah,ayah aku mau ayah itu sadar, bahwa perbuatan ayah itu salah,yah jangan selingkuh lagi, kasihan ibu yah. Ayah juga harus belajar meluangkan waktu untuk kami, anak – anakmu, hargailah waktu ayah, ketika kita masih bersama, jangan pernah egois untuk permasalahan ayah sendiri, cobalah untuk berbagi, berilah kami ruang untuk merasakan kasih sayang ayah yang utuh, ayah jangan pernah sepelekan ucapan orang sekitar yang baik, jangan berpendapat bahwa ayah lah yang paling benar. terimakasih ya ayah karena sudah mau membaca surat ini, sadarlah ayah, kami ada...
Namun ayah tetap saja melakukan hal yang sama, hingga kami hanya bisa berpasrah diri pada ALLAH SWT, kami hanya berdoa yang terbaik untuk ayah, semoga ayah selalu di berikan hidayah, dan kami selalu di berikan ketabahan.

Hingga suatu hari, saat malam, ayah mengalami kecelakaan parah, yang membuatnya harus menjahit luka itu yaitu di bagian kepala sebelah kiri, dan ia menangis meminta maaf pada kami

the end






thank you, for reading.....